Dosa
Salah itu diriku
atas merah itulah warna Ku
Berharap mematikan ragaku
Dan merusak jiwaku
Kau lilitkan pandanganku
Kau campakkan pendengaranku
Kau bungkam bibir Ku dengan nafsu
Tega nya kau....
Pantaskah Aku hadir di sisimu
Melihat ke Agungan mu
Saat aku masih ragu atas diriku
Dosa....
Diam terpaku aku menyadari nya
Seolah dia dapat berkata
Itulah hanyalah noda
Yang mungkin terdapat atas kataku
Aku lupa atas diriku
Yang hanya ingat atas nafsuku
Diri ini akan busuk bersama kau
Yang selalu menganggu
Atas dosaku
Kelakar
Tusuk menusuk pelbagai menghias panorama
Insan tahu akan cara dia berkias
Tak ada kumbang yg hinggap di dahan jati
Bualan terus yang ia saturkan
Mengikat setiap pandangan bisunya
Tulisan tak berangakai menagih janjinya
Setiap karsa enggan mendatanginya
Kadang rusuk ku terasa berat melihat
ocehannya
Sesak dada ini....
Kelakar bisu yang kai muat di dalam sajak
Jenuh pandangan ku atas sikapmu
Habis cara ku mengerti kai
Mungkin seutas doa berhimpun
Sajak berdasi putih yg akan datang
kehadiranmu.
Salamku atas kai
kembangkan terus bakat mu ya! nice
BalasHapuswkwk makasih ya rehna
BalasHapusDalem nih puisinya,good job gung.. lanjut terus yaa..
BalasHapusSangat berguna dalam kehidupan
BalasHapusMantap abangdaa
BalasHapusWahhh bagus sekali, ditunggu postingan selanjutnya...
BalasHapusBisa nih jadi sumber inspirasi
BalasHapusPuitis sekali 😍
BalasHapusmakasih semuanya
BalasHapusMakasih Gung,jadi renungan buat kita
BalasHapusmakasih, Agung.
BalasHapusniceee
BalasHapus