MAKALAH PSIKOLOGI UMUM I
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN 1
KELOMPOK 8
1.Agung Prayogi (181301150)
2.Mesra Pasaribu (181301158)
3.Desica (181301169)
4.Lulu Mazaya (181301174)
5.Adinda Zalukhu (181301176)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan kebaikanNyalah kami bisa
diberi kesempatan untuk menyelesaikan penyusunan makalah tentang Psikologi
Perkembangan 1 pada mata kuliah Psikologi Umum 1.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai pedoman
bagi pembaca. Makalah ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas dari dosen
pembimbing mata kuliah Psikologi Umum 1. Harapan kami semoga makalah ini dapat
membantu serta menambah wawasan serta pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya lebih baik.
Meskipun kami sudah mengumpulkan banyak referensi untuk
menunjang penyusunan makalah ini, namun kami menyadari bahwa didalam makalah
yangb telah kami susun ini masih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan
karena wawasan kami juga yang minim. Sehingga kami mengharapkan saran serta
masukkan dari para pembaca demi tersusunnya makalah lain yang lebih baik lagi.
Medan,
21 Oktober 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar isi…………………………………………………………………………...xi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang…………………………………………………………...1
1.2 Rumusan masalah………….…………………………………………….2
1.3 Tujuan……………………………………………………………………2
Bab II Pembahasan Psikologi
Perkembangan 1
2.1 Proses Dasar
Perkembangan ………………………….............................3
2.2 Teori dari
Psikologi Perkembangan …………………………………….6
2.3 Tahapan
Perkembangan normal Semasa Hidup ……………………….13
2.4 Perkembangan pada
Masa Bayi dan Masa Anak-anak ………………...15
Bab III Penutup
Kesimpulan…………………………………………………………………21
Saran
……………………………………………………………………….21
Daftar Pustaka ………………................................................................................xii
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perkembangan
adalah perubahan ke arah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang
berkualitas. Perkembangan memiliki sifat holistik atau kompleks yang terdiri
dari berbagai aspek, baik fisik maupun psikis, terjadi secara bertahap, dan ada
variasi individu.
Perkembangan
individu memiliki beberapa prinsip yaitu: Never ending process (perkembangan
tidak akan pernah berhenti). Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi, baik
itu aspek emosional, aspek disiplin, aspek agama dan aspek sosial. Perkembangan
mengikuti pola atau arah tertentu karena perkembangan individu dapat terjadi
perubahan perilaku yang dapat dipertahankan atau bahkan ditinggalkan.
Perkembangan
merupakan proses yang tidak akan berhenti dan setiap perkembangan memiliki
tahapan-tahapan yaitu :
· masa prenatal
· masa bayi
· masa kanak-kanak awal
· masa kanak-kanak akhir
· masa remaja
· masa awal dewasa
· masa pertengahan dewasa
· masa akhir dewasa
Oleh
karena itu diperlukan kajian lebih lanjut mengenai tahapan-tahapan dalam
perkembangan manusia ini, yang akan dibahas pada makalah psikologi perkembangan
1, yang terdiri dari masa prenatal, masa bayi, masa kanak-kanak awal, dan masa
kanak-kanak akhir.
1.2. Rumusan Masalah
· Apa yang dimaksud dengan perkembangan?
· Apa saja teori yang membahas tentang
perkembangan?
· Tahap apa saja yang terjadi dalam
perkembangan manusia?
· Bagaimana pola perilaku individu dalam
suatu tahap perkembangan?
1.3. Tujuan
· Untuk mengetahui tingkah laku individu
itu sesuai atau tidak dengan tingkat perkembangannya.
· Untuk mengetahui tingkat pemampuan
individu pada setiap fase perkembangannya.
· Untuk mengetahui kapan individu bisa
diberi stimulus pada tingkat perkembangan tertentu.
· Agar dapat mempersiapkan diri dalam
menghadapi perubahan-perubahan yang akan dihadapi anak.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Proses Dasar
Perkembangan
Sebelum kita tahu
bagaimana proses perkembangan manusia,alangkah baik nya kita mengerti dahulu
apa itu Pertumbuhan .Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran,baik
volume,bobot dan jumlah sel yang bersifat irreversible atau tidak dapat kembali
ke semula yang bersifat kuantitatif (dapat digambarkan dengan angka atau dapat
dihitung maupun diukur).
Contoh : -
Pertambahan Tinggi dan berat badan manusia
- perubahan besar lingkar
kepala
ciri-ciri
pertumbuhan :
- terjadi
perubahan fisik dan perubahan ukuran
-terjadi
peningkatan jumlah sel
-dapat dinyatakan
dalam ukuran panjang maupun berat
-dipengaruhi oleh
factor eksternal dan internal
-bersifat terbatas
Perkembangan
proses perubahan struktur dan fungsi yang bersifat spesifik ,kualitatif (tidak
dapat diukur) dan reversible ( dapat kembali ke semula )
contoh : -
kemampuan bayi dalam tengkurap, merangkak,berdiri kemudian dapat berjalan.
- kemampuan menangkap dalam
berbicara atau mengerti bahasa.
ciri-ciri
perkembangan :
-perubahan bentuk
,susunan,dan fungsi organ-organ tubuh menuju kedewasaan atau kesempurnaa.
-dinyatakan secara
kualitatif
-reversible
perkembangan juga
adalah yang berkaitan dengan perubahan dan kontinuitas dalam kehidupan
individu. Psikologi perkembangan : bidang psikologi yang berfokus pada
pengembangan di seluruh rentang kehidupan.
2.1.1 Perkembangan manusia
seiring berjalan
nya waktu kita tidak tahu kapan dan tidak dapat mengukur proses perkembangan
yang kita rasakan. Tetapi,kita dapat menyadarinya setelah kita mulai merasa ada
kejanggalan. Kejanggalan tersebut lah yang membuat kita terpacu dalam
mengetahuinya.
2.1.1.1 Lingkungan(sifat dasar) dan bawaan (
pengasuhan)
Lingkungan dan
pengasuhan sangat mempengaruhi dalam proses berpikir,bertindak,dan perasaan
seseorang. Dapat kita pahami melalui bahasa,karena bahasa kaya akan contoh
bagaimana sifat dan cara pemeliharaan kita. Baik lingkungan dan bawaan bekerja
sama dalam perkembangan . Tanpa mendapatkan lingkungan dan pengasuhan , anak
tidak dapat menggunakan atau bertindak dengan benar. Maka penting nya
pengasuhan anak secara fisik untuk mendukung penting nya perkembangan anak
tersebut.
Contoh : seorang
anak tidak dapat menggunakan sarung tangan bassball dengan benar. Kecuali
mereka pernah melihat orang lain memakainya. Bahkan anak belum tentu paham
benar,mereka perlu untuk di bina.
2.1.1.2 Pematangan
Dalam studi
pembelajaran aspek yang paling penting dari alam adalah pematangan. Istilah ini
mengacu pada saraf dan struktur tubuh lainnya. Kematangan seorang anak perlu di
perhatikan. Tidak semua anak dapat menerima atau menangkap dengan cepat.
Walaupun banyak yang melihat dari proses perkembangan saja akan tetapi
pematangan sangat mengejutkan dalam konteks spesifik.Pengalaman jelas berperan penting dalam pelatihan yang
harus diajarkan,tetapi pematangan sebagai peran kunci.
contoh : seorang
anak bernama Hugh dan Hilton adalah anak kembar. Tentu pengasuhan yang
diberikan oleh orang tua adalah sama. Ketika dalam hal bermain,misalnya
pengenalan toilet lebih dulu mengenal adalah hugh dibanding Hilton. Akan tetapi
setelah 3 bulan berlalu perubahan tidak terlihat dari hugh,hugh belum paham
total. Karena kematangan yang dialami hugh belum matang total.sedangkan Hilton
sudah mengerti dan paham akan pengenalan toilet walaupun dia lebih lama dari
hugh namun proses paham nya lebih matang.
2.1.1.3 Pengalaman
awal dan periode kritis
Menurut Sigmund
Freud , Pengalaman awal inilah yang pertama kali kita dapat di lingkungaan
maupun dari pengasuhan yang kita rasakan dan ini sangat berperan penting dalam
proses perkembangan kita nantinya.
Dan tokoh
psikologi lain nya seperti Harlows membuat percobaan memisahkan bayi monyet
dengan induk bayi tersebut selama beberapa bulan awal kehidupan . Setelah
beberapan bulan
Harlows mengangkat bayi-bayi monyet yang tidak
pernah tinggal bersama induknya ke dalam monument lain. Ketika monyet mencapai
usia dewasa ( sekitar 3 tahun ) mereka di pindahkan ke penangkaran monyet yang
berbeda jenis kelamin dan lingkungan tempat monyet sebelumnya.
Barulah Harlows
menyadari bahwa ada perubahan tingkah laku pada monyet yang terpisah dari
induknya. Perubahan yang dimaksud adalah emosional,seksual dan perilaku yang
terlihat lain dari monyet yang pada masi bayi bersama induknya.
Temuan ini cukup
menunjukkan bahwa anak-anak cukup tangguh tetapi resiko dini,terutama yang
ekstrem dan berkepanjangan dapat memiliki impilikasi yang signifikan pada
perkembangan psikologis dan fisik nanti.
Demikianlah dengan
manusia,semasa hidup nya tidak mengalami pengalaman awal yang baik dari
kehidupan keluarga terkhususnya seorang Ibu ( ibu kandung ) pastilah ada
perbedaan yang mendasar dari perubahan tingkah mereka atau pada psikis mereka.
Contoh : Anak-anak
yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan yang tidak memadai menghalangi
mereka dari kontak normal dengan orang dewasa dengan perkembangan nya sangat
lambat. Tetapi kalau diadopsi oleh orangtua yang terlibat ini dapat mempercepat perkembangannya.
Periode kritis
yang dialami anak ini adalah sejak pertama kehidupan atau sejak dalam kandungan
hingga usia 2 tahun yang menjadi penentu tumbuh kembang otak dan tidak cukup
hanya dengan periode kritis saja. Harus didampingin dengan Periode sensitif
,yaitu masa saat otak masih sangat rensponsif terhadap ransangan dari luar.
2.2 Teori dari
Psikologi Perkembangan
Semua psikolog setuju bahwa orang berubah
seiring waktu, mereka tidak setuju secara berlebihan tentang bagaimana
mengkonseptualisasikan perubahan itu. Satu kelompok melihat kita sebagai
berubah secara bertahap seiring bertambahnya usia dan pemikiran yang lain
melihat orang-orang mengalami serangkaian perubahan atau tahapan yang mendadak.
Sebuah teori percaya bahwa perubahan yang terjadi dari satu tahap ke tahap
berikutnya membuat anak-anak secara kualitatif berbeda (berbeda dalam
"jenis") daripada secara kuantitatif berbeda (berbeda dalam
"jumlah") dari bagaimana mereka pada tahap sebelumnya. Ketika seorang
anak belajar menggunakan kata-kata sederhana untuk mengekspresikan dirinya,
misalnya, dia telah berubah secara kualitatif; yaitu, ia telah menjadi berbeda
dari jenis anak ketika ia tidak dapat menggunakan bahasa.
Perubahan
kualitatif ini membuka pengalaman dan kemungkinan baru. Para ahli Teori Perkembangan percaya bahwa perubahan
antar tahap bersifat kualitatif, mereka percaya bahwa anak-anak juga berubah
secara kuantitatif selama setiap tahap. Sebagai contoh, begitu anak menguasai
beberapa kata sederhana, dia akan maju untuk sementara waktu dengan mempelajari
kata-kata yang lebih sederhana sebelum perubahan kualitatif berikutnya terjadi
(menggabungkan kata-kata secara sintaksis). Teori Perkembangan ini juga percaya
bahwa semua anak harus melewati hal yang sama secara kualitatif tahapan yang
berbeda dalam urutan yang sama. Tahapan diyakini secara biologis telah
terungkap dalam urutan yang tetap pada semua orang normal.
Dengan
kata lain, seorang anak dapat menguasai satu bagian dari tahap baru ketika ia
berjuang dengan bagian dari tahap sebelumnya. Salah seorang profesor psikologi
berbakat menyarankan bahwa tahap
perkembangan anak seperti pelangi: Kita dapat melihat warna yang berbeda dalam
pelangi, tetapi tidak mungkin untuk melihat secara tepat dimana satu warna
berhenti dan yang berikutnya dimulai. Di bagian-bagian selanjutnya, kami
membahas beberapa teori tahap utama dari perkembangan kognitif, perkembangan
moral, dan pengembangan kepribadian.
2.2.1 Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Teori
Perkembangan Kognitif Piaget , Dalam pandangan Piaget, anak-anak secara aktif
membangun dunia kognitif mereka dengan menggunakan skema untuk menjelaskan
hal-hal yang mereka alami. Skema (schema) adalah sebuah konsep atau kerangka
yang telah ada pada pikiran seseorang dan menata informasi serta menyediakan
struktur dalam penafsirannya. Skema diekspresikan sebagai beragam perilaku dan
kemampuan yang dilakukan seorang anak dalam hubungannya dengan objek atau
situasi-situasi. Sebagai contoh mengisap adalah skema sederhana yang berkembang
pertama-tama. Selanjutnya skema yang lebih kompleks meliputi
menjilat,meniup,merangkak,bersembunyi dan lain-lain.
Unsur penting
lainnya dari teori Piaget adalah pengamatannya bahwa kita melalui beberapa
tahap antara lain:
- Tahap
Sensorimotorik
Tahap pertama yang
diidentifikasi oleh Piaget adalah tahap sensorimotorik (sensorimotor stage),
berlangsung sejak kelahiran hingga usia 2 tahun. Pada tahap ini, bayi membangun
pemahaman atas dunianya dengan menyelaraskan pengalaman sensori (seperti
melihat dan mendengar) dengan tindakan motorik (fisik) itulah sebabnya tahap
ini disebut sensorimotorik.
- Tahap
Praoperasional
Tahapan kedua dari
tahap perkembangan kognitif Piaget adalah tahap praoperasional (preoperational
stage), yang terjadi pada usia 2 hingga 7 tahun. Pikiran pada tahap
praoperasional lebih simbolis dibandingkan dengan pikiran pada tahap
sensorimotorik. Pada usia taman kanak-kanak, anak-anak akan mulai menggunakan
kata-kata, gambar-gambar dan lukisan untuk mewakili dunianya. Dengan demikian,
pikiran mereka telah melampui hubungan sederhana antara informasi
sensorimotorik dan tindakan fisik. Jenis pemikiran simbolis yang dapat dicapai
oleh anak-anak pada tahap ini masih terbatas. Sebagai contoh, anak anak pada
tahap ini belum dapat melakukan operasi yang dirujuk oleh Piaget sebagai
representasi mental timbal balik. Anak-anak pada tahap pra operasional akan
mengalami kesulitan memahami sebuah tindakan timbal balik untuk mengembalikan
ke kondisi semula setelah semua tindakan dilakukan. Misalnya, seorang anak pada
tahap praoperasional mungkin mengetahui bahwa 4+2=6, namun mereka memahami
bahwa 6-2=4.
Pemikiran anak
anak pada tahap praoperasional juga terbatas pada egosentris. Egosentris
(egocentrism) menurut Piaget adalah ketidakmampuan untuk membedakan sudut
pandang diri sendiri dengan sudut pandang orang lain. Secara keseluruhan,
pemikiran operasional lebih simbolis dibandingkan pemikiran sensorimotorik,
namun egosentris dan intuitif, daripada logis dan belum menyertakan kemampuan
untuk melakukan operasi.
- Tahap
Konkret Operasional
Tahap Konkret
Operasional Piaget muncul kira-kira pada usia 7 hingga 11 tahun. Pemikiran
Konkret Operasional melibatkan penggunaan operasi dan menggantikan penalaran
intuitif dengan penalaran logis pada situasi konkret.
Contoh yang
menunjukkan tentang pemikiran
operasional yaitu dengan menggunakan dua gumpalan bola tanah liat. Pada
saat anak menonton, peneliti akan menggulung salah satu bola menjadi bentuk
panjang dan pipih, sementara bola tanah liat yang satu lagi dibiarkan dalam
bentuk asalnya. Kemudian, anak tersebut akan ditanyakan apakah tanah liat yang
berbentuk panjang pipih memiliki tanah liat lebih banyak. Pada saat anak mencapai usia 7 atau 8 tahun, kebanyakan
akan menjawab bahwa tanah liat sama banyaknya. Untuk memecahkan persoalan ini
dengan tepat, anak-anak harus mengingat kembali, bahwa bola tanah liat
digulung membentuk batang dan
membayangkan tanah liat dalam bentuk batang tersebut menjadi bola seperti
semula hal ini merupakan imajinasi yang melibatkan tindakan mental.
Kesimpulannya,
pemikiran konkret operasional melibatkan pemikiran operasional, kemampuan
pengategorian, dan penalaran logis dalam konteks konkret atau bukan abstak.
Menurut Piaget, penalaran dalam konsep abstrak baru berkembang di tahap
kognitif keempat dan terakhir.
- Tahap
Formal Operasional
Tahap Formal
Operational Piaget,individu memasuki tahap perkembangan ini pada usia 11 tahun
ke atas,dan tahap ini berlanjut hingga dewasa.Pemikiran formal operasional
lebih abstrak,ideologis,dan logis dibandingkan dengan pemikiran konkret
operasional.
2.2.2 Teori tahapan
perkembangan Moral
1.Teori
Perkembanagn Moral Kohlberg
Lawrence Kohlberg
memulai penelitiannya dengan mengumpulkan data untuk teori tahapan perkembangan
moralnya dengan menghadirkan anak laki-laki dengan dilema moral dan meminta
evaluasi orang-orang dan tindakan yang terlibat.
Tingkat 1
Pra Konvensional
|
Tingkat 2
Konvensional
|
Tingkat 3
PascaKonvensional
|
Anak-anak muda
tidak memiliki rasa moralitas seperti yang dipahami orang dewasa. Mereka
membuat penilaian moral untuk mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman
|
Dalam tahap ini,Anak-anak membuat keputusan moral
berdasarkan pada apa yang akan orang lain pikirkan tentang mereka,terutama
orangtua dan
Otoritas oranglain.
|
Dalam tahap ini, penilaian tindakan berdasarkan
prinsip-prinsip etika daripada konsekuensi. Alasan moral paling maju dalam
tahap ini, menurut Kohlberg, didasarkan pada prinsip moralitas seseorang,
bahkan jika mereka berbeda dari aturan komunitas yang lebih besar.
|
2.Teori
Perkembangan Moral Gilligan
Dari sudut pandang
Gilligan,kelemahan dari teori Kohlberg karena kohlberg kebanyakan menggunakan
anak laki-laki dalam studi awal yang mengarah pada teori perkembangan moral
Kohlberg. Menurut Gilligan teori teori Kohlberg tidak selalu akurat dalam
menggambarkan perkembangan moral pada anak perempuan. Dia berpendapat bahwa
anak-anak perempuan melewati tahap-tahap yang agak berbeda maju dari
kepentingan diri sendiri menuju perhatian yang seimbang untuk kesejahteraan
diri dan orang lain.Penalaran moral wanita, dengan kata lain, berpusat pada
kebutuhan orang bukan pada abstraksi.
Secara khusus,
Gilligan menyarankan 3 tahap perkembangan moral wanita.
Morality as Individual Survival
(Moralitas
sebagai kelangsungan hidup individu)
|
Morality as Self-Sacrifice
(Moralitas
sebagai Pengorbanan Diri)
|
Morality as Equality
(Moralitas sebagai Kesetaraan)
|
Perasaan pertama anak kecil
tentang apa yang "benar" adalah apa yang baik untuknya. Anak-anak
muda mengikuti aturan untuk mendapatkan penghargaan bagi diri mereka sendiri
dan untuk menghindari hukuman
|
Tahap berikutnya
dari penalaran moral tercapai setelah menyadari kebutuhan orang lain. Pada
tahap ini, orang tersebut percaya bahwa, untuk menjadi baik dan diakui oleh
orang lain, mereka harus mengorbankan kebutuhan mereka sendiri dan memenuhi
kebutuhan orang lain.
|
Dalam perkembangan moral yang maju,orang-orang
memandang kebutuhannya sendiri sama dengan kebutuhan orang lain.Orang pada
tahap perkembangan moral telah berkembang dari percaya bahwa mereka harus
selalu menyenangkan orang lain dengan mengorbankan keinginan mereka sendiri
untuk keyakinan bahwa kebutuhan setiaporang harus dipenuhi bila mungkin dan
bahwa pengorbanan harus dibagi secara merata ketika kebutuhan orang yang
berbeda tidak dapat dipenuhi semua.Ini adalah tahapadvokasi
anti-kekerasan,tidak tepat bagi siapapun untuk secara sengaja
terluka,termasuk orang itu sensiri atau dirinya sendiri.
|
2.2.3 Teori Tahapan
Perkembangan Kepribadian
Erik
Erikson seorang psikoanalisis dibawah bimbingan Sigmund Freud.Ia pindah ke
Amerika Serikat dan mengajar di Universitas Harvard.Sekalipun ia menerima
sebagian dari ajaran Freud,Ia juga tidak sepakat mengenai beberapa
ajarannya.Sebagai contoh,Freud menekankan bahwa kepribadian dibentuk terutama
pada 5 tahun awal kehidupan.Sementara Erikson menekankan padaperkembangan sepanjang hayat.
Tori rikson
mengenai perkembangan sepanjang hayat mengajukan 8 tahap perkembangan
psikososial dari bayi hingga usia dewasa.Dala pandangan Erikson,empat tahap
yang pertama terjadi di masa kanak-kanak,dan empat tahap berikutnya terjadi di
masa remaja dan dewasa.
Umur
|
Nama Tahapan
|
Perkembangan yang Terkait dengan Kegagalan
|
0-1 tahun
|
Basic Trust Vs. Mistrust
|
Belajar untuk
merasa nyaman dan percaya pada kasih sayang orangtua; atau mengembangkan
ketidakpercayaan yang mendalam terhadap dunia yang dianggap tidak aman
|
1-3 tahun
|
Autonomy Vs.Shame and doubt
|
Anak sudah mulai menyatakan kemandirian mereka
dengan belajar bagaimana cara makan, menggunakan toilet.Bila anak dihukum
dengan keras,mereka cenderung akan merasu malu dan meragukan kemampuan
sendiri.
|
3-5 tahun
|
InitiativeVs.Guilt
|
Mendapat
kemampuan untuk menggunakan inisiatif sendiri dalam merencanakan dan
melaksanakan rencana.Mengembangkan rasa bersalah pada perilaku yang salah.
|
5-11 tahun
|
Industry Vs. Inferiority
|
Anak-anak menjadi
antusias dibandingkan masa kanak-kanak awal yang dipenuhi imajinasi.Belajar
untuk memenuhi tuntutan yang dibebankan oleh tanggung jawab sekolah dan
rumah, atau datang untuk percaya bahwa dia lebih rendah dari yang lain
|
11-18 tahun
|
Identity Vs. Role Confusion
|
Individu dihadapkan pada pencarian siapa diri
mereka,apa yang mereka miliki,dan kemana mereka mau pergi dalam hidup ini
|
18-40 tahun
|
Intimacy Vs.Isolation
|
Individu dihadapkan pada tugas perkembangan untuk
membangun hubungan intin dengan oranglain.atau
menjadi terisolasi dari hubungan yang bermakna dengan orang lain
|
40-65 tahun
|
Generativity Vs.Stagnation
|
Ditahap
ini,Individu mengembangkan kepedulian untuk membantu orang lain atau generasi
yang lebih muda berkembang dan menjalani hidup yang bermakna.
|
65 tahun keatas
|
Integrity Vs. Despair
|
Individumelihat kembalidan mengevaluasi ulang apa
yang telah mereka lakukan dalam hidup.
|
2.3 Tahapan
Perkembangan Semasa Hidup
Perkembangan
Normal Semasa Hidup
Kita akan membahas perkembangan normal
secara fisik maupun psikis yang terjadi pada manusia dari lahir sampai ke tua.
Walaupun kita sering berpikir bahwa kita adalah sebagaimana diri kita sekarang
ini tetapi sebenarnya manusia terus berubah. Diri kita sekarang ini berbeda
dari di ri kita 10 tahun yang lalu dan 10 tahun yang akan datang.
2.3.1 Perkembangan Prenatal
Dalam sub bab ini
kami akan membahas tentang perkembangan manusia secara normal dari masa
konsepsi sampai berumur 11 tahun atau masa kanak-kanak. Perkembangan prenatal
merupakan tahapan dimana terjadi banyak perubahan—bahkan lebih banyak daripada
perkembangan yang terjadi semasa hidup kita. Masa Prenatal adalah masa diantara
pembuahan dan kelahiran. Perkembangan prenatal terbagi menjadi 3 masa:
1. Masa germinal ̶ minggu 1 hingga 2: Masa germinal dimulai dari
konsepsi. Masa germinal berlangsung sekitar 2 minggu. Ketika sel sperma
membuahi sel telur terbentuklah zygot,zygot merupakan sel tunggal. Lalu,zygot
mulai membelah diri dan menggandakan dirinya secara terus-menerus.
Kemudian,ketika sel tersebut mulai membentuk menjadi organ-organ tubuh yang
khusus setelah melewati 2 minggu dari masa konsepsi maka terjadilah masa
embrionik.
2.Masa
embrionik ̶ minggu 3 hingga 8:Masa embrionik berlangsung
dari minggu ketiga sampai minggu kedelapan . Masa ini merupakan masa kedua dari
perkembangan prenatal,pada masa ini organ utama mulai terbentuk dan jantung
mulai berdetak.
Pada hari ke-21,mata mulai muncul dan
pada hari ke-24 sel-sel yang akan membentuk jantung mulai membedakan diri.
Selama minggu keempat,bonggol tunas yang akan membentuk tangan dan kaki akan
muncul . Pada minggu ke-5 dan ke-8,jantung mulai berdetak dan tangan serta kaki
mulai dapat dibedakan,wajah mulai terbentuk dan saluran pencernaan mulai
muncul.
3. Masa fetal ̶ bulan kedua hingga kesembilan: Masa fetal
merupakan masa terakhir dari perkembangan prenatal,terjadi 8 minggu setelah
konsepsi.Pematangan organ tubuh terjadi pada masa ini,janin juga tumbuh dengan
sangat pesat.
Perkembangan prenatal terjadi secara cepat
dan berurutan. Kita semua melewati masa perkembangan yang mirip sebelum kita
lahir. Tetapi,organ tubuh dan sistem biologis kita berkembang pada waktu yang
berbeda-beda. Sebagai contoh,jantung mulai berkembang dengan baik terlebih
dahulu sebelum mata .
Perkembangan tersebut tidak terjadi secara
sendirinya. Saat kehamilan terjadi, sebuah organ yang bernama placenta
berkembang untuk menyambungkan antara ibu dan janin yang sedang berkembang.
Placenta mengirim nutrisi dan oksigen dari ibu hamil ke janin dan juga
melindungi janin dari zat berbahaya. Placenta merupakan organ yang penting di
perkembangan prenatal.
Lalu,kenapa kita mempelajari tahap
prenatal di bidang psikologi. Karena diri kita sekarang ini terbentuk dari
diri kita di masa lalu,termasuk tahap
prenatal ini.
The Developmental
origins hypothesis (Barker;1992) mengemukakan bahwa faktor prenatal
mempengaruhi perkembangan fisik dan kesehatan psikologis. Penelitian selama
beberapa dekade terakhir ini mendukung hipotesis tersebut.
Contohnya,wanita yang sering mengonsumsi
alkohol saat hamil,wanita hamil dengan tingkat stress yang tinggi dan wanita
yang memiliki infeksi maternal saat hamil dihubungkan dengan fisik,emosional
dan perilaku janin yang dikandungnya. Nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu juga
dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anaknya kelak. Hingga 50 tahun yang lalu,
dokter dan para ibu tidak menyadari pentingya diet yang dijalani ibu dan
perilaku mereka terhadap janin yang sedang berkembang. Faktanya,sekalipun
mengapung dalam lingkungan yang nyaman dan terlindungi janin tidak benar-benar
kebal dengan lingkungan ibu yang lebih luas.
Teratogen (dari kata tera dalam bahasa
Yunani yang berarti “monster” )merupakan zat-zat yang dapat menyebabkan cacat
lahir. Teratogen dapat berupa zat kimia yang dimakan oleh ibu atau merupakan
penyakit. Contohnya adalah pemberian obat dengan kandungan thalidomide
(biasanya merupakan obat untuk mengatasi rasa mual) yang berdampak mengerikan. Anak-anak dari ibu yang
mengonsumsi thalidomide lebih mungkin terlahir tanpa telinga atau lengan.
Kegagalan pada perkembangan prenatal yang
lain adalah bayi prematur. Bayi prematur merupakan bayi yang dilahirkan kurang
dari 38 minggu. Bayi prematur memiliki kemungkinan masalah perkembangan lebih
besar.
2.4. Perkembangan
pada Masa Bayi dan Masa Anak-anak
2.4.1 Periode Neonatal : Bayi yang baru lahir
Neonatal merupakan
suatu keadaan yang ada dalam kehiduapan pertama bayi. Bayi biasanya mempunyai
beberapa gerakan serta itu kemudian yang menjadi suatu tahap awal pada bayi.
Contohnya: Saat mulut bayi diberi rangsangan ,bayi kemudian mengenali
rangsangan tersebut sehingga mulut bayi tersebut bergerak mencari sesuatu itu (
Puting susu ibunya ) untuk masuk kedalam mulutnya. Gerakan reflex ini yang
memungkinkan bayi untuk mendapatkan puting susu pada ibunya . Neonotus adalah
bayi yang baru lahir yang berusia 0-28 hari sejak ia dilahirkan. Kemampuan
sensorik pada bayi berkembang secara baik .
pendengaran mereka baik, dan reaksi yang berbeda – beda. Bayi sangat
sensitive terhadap sentuhan, bagaimanapun perkembangan kognitif pada masa bayi
ini hanyalah awal, bayi baru mengenali kebiasaan sekitarnya.
2.4.2. Masa Bayi : 2 minggu hingga 2 tahun
Perkembangan Fisik
pada masa ini terbilang cepat. Perkembangan Fisik dan Pertumbuhan lebih cepat
pada satu tahun pertama dibandingkan waktu pertama kalinya dia lahir.
usia 2 bulan :saat
usia ini umumnya bayi bisa memegang kepala dan dada menggunakan tangan mereka,
dan bisa mengenggam objek yang ada diatas kepala atau sekitar bahu mereka bayi
juga akan mengawaskan sesuatu bila menghalangi mereka
usia 6 bulan :saat
usia ini bayi sudah mulai berguling, duduk, dan merangkak
usia 1 tahun:saat
usia ini bayi sudah bisa berjalan sendiri dan mengenggam beda kecil menggunakan
jari mereka
usia 2 tahun:saat
usia ini bayi sudah dapat melakukan lebih banyak hal dan jauh lebih baik.
2.4.3 Perkembangan Kognitif (Sensorimotorik).
Menurut
Jean Piaget. Selama bagian awal tahap ini, bayi akan berkordinasi untuk
mengoordinasikan sensasi dan gerakan motorik, seperti secara sukarela mengambil
puting ke dalam mulut dan mengisap. Dari sekitar 2 bulan, bayi mulai
berinteraksi aktif dengan lingkungannya. Tidak lagi secara pasif menatap objek
tetapi sangat senang mendorong, menarik, dan mengucapkannya. Pengalaman semacam
ini, di mana bayi secara aktif mengubah sensasi yang diterimanya dengan
menggunakan tangan dan kakinya untuk mengubah lingkungan (pengalaman
sensorimotorik), di yakini menjadi penting dalam perkembangan perilaku motorik
seperti perkembangan kognitif .Sejak paling sedikit 2 bulan, bayi mengingat
sebagian dari apa yang telah mereka alami untuk sementara waktu . Pada usia 4
1/2bulan, sebagian besar bayi merespon secara positif terhadap suara nama mereka
Psikolog
Carolyn Rovee-Collier (1999) mengembangkan cara cerdas untuk mempelajari memori
pada bayi. Bayi ditempatkan di tempat tidur dengan overhead ponsel yang
berbeda. Pita terhubung ke satu pergelangan kaki, tetapi pada awalnya tidak
terhubung ke ponsel. Ini dilakukan untuk menguji bayi untuk melihat seberapa
banyak mereka menendang secara spontan. Kemudian mereka mengalami "masa
pelatihan" di mana pita di pergelangan kaki mereka terhubung dengan
gerakan bergerak yang menendang ponsel yang ditemukan bayi secara positif
memperkuat, sehingga mereka menendang lebih banyak bayi secara teratur.
Kemudian mereka diuji untuk ingatan mereka tentang pengalaman belajar yang
sederhana ini termasuk dengan menempatkan mereka di boks lagi dan melihat
seberapa banyak mereka menendang dengan pita tidak terikat. Jika mereka
menendang lebih dari pada tes awal mereka, itu menunjukkan bahwa mereka
mengingat pengalaman belajar.
Selama
masa bayi, anak-anak mengembangkan kemampuan untuk membentuk representasi
kognitif dunia. . Misalnya, pada usia 6 hingga 9 bulan, anak mulai memahami
bahwa benda-benda ada bahkan ketika mereka tidak terlihat. Seolah-olah bayi itu
tidak tahu bahwa benda itu masih ada di sana. Namun, setelah usia 6 hingga 9
bulan, bayi akan mencari objek di belakang
tersebut, menunjukkan bahwa bayi itu tahu bahwa bayi itu ada di suatu
tempat.
Hingga
9 bulan, bayi mulai memahami beberapa kata benda, seperti bola dan kue, dan dapat merespons bye-bye dan gerakan
lainnya. Perubahan ini menandai awal dari tingkat fungsi kognitif yang jauh
lebih kompleks. Pada usia 12 bulan, kebanyakan bayi dapat mengucapkan beberapa
kata, dan pada usia 18 bulan bayi memiliki kosakata berbicara sebanyak 20 kata.
Pada usia 18 bulan, bayi rata-rata juga dapat menanggapi larangan ('Tidak, tidak
.... jangan sentuh') dan dapat menanggapi dengan benar untuk "Tunjukkan
hidung Anda (telinga, ujung kaki, mulut, dll.)."
2.4.4. Pengembangan Emosi dan Sosial yang berulang.
Bayi
memasuki dunia dengan rentang emosi terbatas yang tumbuh lebih kompleks saat
mereka dewasa. Neonatus hanya mampu memiliki tiga ekspresi emosi: kejutan,
kesenangan, dan kesusahan . Sekitar 2 bulan, mereka menunjukkan perilaku sosial
pertama mereka yang sebenarnya - mereka tersenyum di wajah pengasuh mereka.
Pada usia 4 bulan, mereka telah menambahkan emosi keempat pada kemarahan
repertoar mereka. Repertoar bayi dari emosi berkembang lagi antara 6 dan 9
bulan, ketika rasa malu di sekitar orang asing dan takut dipisahkan dari
pengasuh mereka muncul untuk pertama kalinya. Sebelum 6 hingga 9 bulan, bayi
umumnya merasa nyaman dengan orang dewasa yang akan merawat mereka, tetapi
setelah itu mereka sering takut pada siapa pun kecuali ibu, ayah, atau
pengasuhnya.
Munculnya senyum pada usia
2 bulan , tetapi munculnya kemarahan dan ketakutan antara 4 dan 9 bulan
tidak selalu sama. Keduanya adalah tanda-tanda perkembangan emosi bayi yang
normal dan sehat, namun psikolog Universitas Cornell, Elearor Gibson mengembangkan
metode yang menarik untuk mempelajari perkembangan ketakutan akan ketinggian .
Ketika bayi berusia 6-9 bulan ditempatkan di "tebing visual" , mereka
menunjukkan rasa takut dan penghindaran "sisi dalam. Tebing visual dibuat
menggunakan lembaran Plexiglas yang jelas. Di bawah satu sisi , lantai berpola
tepat di bawah kaca. Di sisi lain, attac pola adalah beberapa kaki di bawah
kaca. Ketika dinyalakan dengan baik, tampaknya menjadi tebing obligasi dari
mana bayi bisa jatuh. Sangat menarik untuk mengetahui bahwa bayi dapat
merasakan kedalaman tebing visual beberapa bulan sebelum mereka menunjukkan
rasa takut. Mereka terlihat kebingungan ketika ditempatkan di sisi dalam tebing
visual pada 4 bulan tetapi tidak menunjukkan rasa takut sampai setelah mereka dapat
merangkak dan telah mengalami kesulitan dan jatuh secara langsung Bayi
adalah makhluk sosial yang kaya yang telah membentuk keterikatan yang kuat
dengan orang tua mereka atau pengasuh lainnya . Kekuatan dari ini dapat dilihat
dalam tiga cara. Pertama, bayi sering bergantung pada pegangan, meraih, dan
melakukan apa pun yang mereka bisa untuk tetap dekat dengan orang tua mereka.
Tidak ada kekurangan kedekatan fisik orang tua dan perhatian yang sesekali akan
cukup. Kedua, ketika bayi 6 sampai 8 bulan atau lebih tua dipisahkan dari orang
tua mereka, mereka menjadi cemas. Ini dikenal sebagai kecemasan perpisahan -
tangisan dan rewel yang dialami babysitter dengan sangat baik ketika orang tua
anak hendak meninggalkan anak itu. Ketiga, bayi pada usia ini kadang-kadang
juga menunjukkan rasa takut terhadap orang asing; tidak seorang pun kecuali
orang dewasa yang melekat pada mereka (orang tua, pekerja penitipan anak,
kakek-nenek) memiliki efek menenangkan yang sama. Pada usia 2 tahun, emosi tumbuh semakin kompleks.
Pada saat ini, banyak bayi yang bertindak salah setelah kelakuan buruk dan
tampaknya merasa malu setelah kegagalan.
2.4.5. Perkembangan pada Anak usia Dini : 2 sampai 7
tahun
Menurut
Piaget, Perubahan kualitatif terjadi ketika anak mencapai pra-operasional usia
2 tahun. Anak usia dini masih pada pertumbuhan yang cepat, tetapi pertumbuhan
jauh lebih eksplosif daripada masa bayi dan penurunan tarif setiap tahun.
Perbaikan besar dalam koordinasi kelompok otot kecil dan besar terjadi selama
periode ini, dimana munculnya mulai melompat ,melempar,melompat-lompat dan
gerakan motorik lainnya yang merupakan bagian dari Anak usia Dini.
1..Perkembangan
Kognitif (Pra-Operasional Stage)
Pemikiran
(Pra – Operasional) dalam teori Piaget adalah Prosedur melakukan tindakan
secara mental terhadap objek – objek .Ciri dari tahapan ini ialah adanya
operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini,
anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan
kata-kata.
Dan
pemikirannya yang bersifat egosentris yang berarti Anak kesulitan untuk melihat
dari sudut pandang orang lain. Egosentris juga mempercayai bhawa benda mati itu
seperti hidup (Animisme),contohnya seperti saat anak berjalan, dia berfikir
bahwa bula mengikuti dia .
Contoh
: Anak dapat mengklasifikasi objek dengan menggunakan satu ciri, seperti
mengumpulkan semua benda biru walaupun bentuknya berbeda ataupun mengumpulkan
semua benda bulat walaupun bendanya berbeda .Dan perkembangan anak pada tahap
ini bersifat tidak sistematis,tidak konsisten ,dan tidak logis .
Transduktif
reasoning adalah suatu cara berpikir yang bukan induktif atau deduktif tetapi
tidak logis. Dimana adanya ketidakjelasan hubungan sebab-akibat,yaitu anak
mengenal hubunagn sebab-akibat secara tidak logis .
Contoh
: Anak di Usia berpikir bahwa laba-labalah yang mengakibatkan basement menjadi
dingin . Dimana mereka percaya bahwa tidak mengerti sebab-akibatnya.
Akhir
dari tahapan ini ialah, Pra Operasi Anak mulai memahami secara logis dan
sedikit kesalahan dalam sebab-akibat. Saat usia 5 tahun , Anak mulai bisa
mengeluarkan kelereng biru tapi masih agak sulit bila kelereng biru yang besar
. Pada masa Pra-Operasi merupakan dalam perkembangan berbahasa.
2.
Emosi dan Perkembangan Sosial
Pada
saat usia 2 tahun, Positif dan negatifnya emosi dapat dikatakan berimbang,
namun mereka semakin bertambah dan rumit saat pra-operasional. Sebagian besar
elaborasi emosi ini terhubung pada perkembangan kognitif. Contoh : Anak tidak
mengembangkan ketakutan terhadap hal yang belum pernah dialami seperti :
kebakaran,tenggelam,kecelakaan lalu lintas,sampai pada taha[ pra-operasional
dimana mereka mulai mengerti konsep akan hal ketakutan tersebut.
Hal yang paling berubah ialah pada
tahap hubungan dengan teman sebaya. Saat usia 2 tahun kebanyakan anak lebih
suka bermain sendiri.
Pertama,
bermain sendiri akan terganti dengan cara bermain dekat-dekatan dan melakukan
aktivitas yang sama, namun tidak bermain bersama. Lalu akan diakhiri dengan
tahap dimana anak bermain dengan melibatkan memberi menerima antara dua atau
lebih anak.
Saat usia dini, anatara anak
laki-laki dan perempuan permainannya berbeda, laki-laki bermain
mobil-mobilan,pesawat dan bloks sedangkan anak perempuan bermain
boneka,dress-up. Pada usia ini, mereka mulai memahami tiga jenis kelamin
meraka.
2.4.6 Tahap Operasional Konkret ( Usia 7-11 tahun)
Pada
tahap ini,anak-anak dapat melaksanakan operasi, dan penalaran logis dan menggantikan
pemikiran intiutis sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam contohnya yang
spesifik/kongkret . Proses-proses selama tahapan ini :
1.Pengurutan
kemampuan untuk pengurutan objek menurut ukuran, bentuk atau ciri yang lainnya.
Contoh : Bila diberi benda berbeda ukuran,mereka dapat mengurutkannya dari
benda yang paling besar ke paling kecil
2.
Klasifikasi kemampuan untuk memberi nama dan mengindentifikasi serangkaian
benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lainnya. Anak tidak
lagi memiliki logika berupa animisme
3.
Decentering anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu
petrmassalahan untuk bisa memechkannya contoh: anak tidak menganggap cangkir
lebar tapi pendek lebih sedikit dari cangkir kecil yang tinggi.
4.
Reversibilty anak mulai memahami bahwa jumlah atau benfda-benda dapat diubah
kemudian kekeadaaan awal Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa
4+4=8 dan 8-4=4.
5.
Konservatif , anak mulai memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah
benda-benda tidak berhubungna dengan pengatiuran atau tampilan objek tersebut.
6.Penghilang
sifat egosentrisme , kemampuan untiuk melihat sesuatu dari sudut padang orang lain.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan adalah pematangan pada fungsi sel sel di
tubuh manusia, dalam dunia psikologi
berarti perubahan yang dapat mencerminkan sifat sifat yang dimiliki, sedangkan
pertumbuhan dalam arti biologi yaitu berubah nya ukuran ( kuantitatif)
seperti tinggi , berat dsb, dalam
psikologi yaitu perubahan ukuran badan dan fisik fisik lain.
Didalam
perkembangan terdapat fase fase sebagai berikut: Permulaan kehidupan (
konsepsi); Fase prenatal ( dalam kandungan); Proses kelahiran( + 0-9 bulan);
Masa bayi/anak kecil ( 0-1 tahun); Masa
kanak kanak ( 1-5 tahun); Masa anak-anak ( 5-12 tahun); Masa remaja ( 12-18
tahun); Masa dewasa awal ( 18-25tahun); Masa dewasa ( 25-45 tahun); Masa dewasa
akhir ( 45-55); Masa akhir kehidupan ( 55 tahun keatas).
Perkembangan
Masa Bayi,Perkembangan masa bayi melalui tiga tahap perkembangan, yakni
prenatal, neonatal, dan pascanatal di mana pada setiap tahapnya terjadi
pertumbuhan dan perkembanganbaik dari fisik, kognitif, dan social learning
secara bertahap.Perkembangan Masa Kanak-Kanak Awal Perkembangan kognitif anak
disebut dengan tahap praoperasional, yaitu tahap di mana anak belum memahami
aturan dan operasi tertentu. Perkembangan sosial anak terdiri dari pola sosial
dan tidak sosial. Perkembangan kepribadian anak dipengaruhi oleh orangtua serta
lingkungannya.Perkembangan Masa Kanak-Kanak AkhirPerkembangan fisik pada masa
ini yaitu tubuh tumbuh dengan lambat dan ingatan serta keterampilan
meningkat.Perkembangan kognitif anak disebut dengan tahap operasional yaitu
tahapan di mana anak sudah dapat berpikir dengan logika dan lebih konkret.
Perkembangan emosi dan sosial anak ditunjukkan dengan anak-anak lebih antusias
terhadap sesuatu.
Saran
Menginggat masih sangat minimya wawasan kami mengenai
topik makalah ini maka kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang
dilakukan dalam penulisan makalah, maka kami mohon maaf apabila ada banyak
kesalahan yang terdapat dalam makalah ini. Maka kami sangat berterima kasih
apabila pembaca mau memberi saran atau kritik yang dapat membuat kami menjadi
lebih baik lagi dan terus berkembang.
DAFTAR PUSTAKA
Lahey, B. B.(2012).Psychology
An Introduction.New York:McGraw-Hill.
King, L. A.(2010).Psikologi Umum.Jakarta:Salemba Huma

tolong beri komentar atas blog saya
BalasHapuswaah sangat membantu dan menambah wawasan niih
BalasHapus