Semua tentang Ku.....
Setiap kehidupan mempunyai cara untuk
memberikan kebahagiaan pada hidupnya, itu juga yang ku lakukan orang pada selalu
menganggap aneh atas sikapku. Semua rahasia ada pada diriku yang mungkin seseorang
tidak menginginkan kehadiranku, terkadang angkuh yang sering orang anggap kepadaku,
aku hanya tersenyum melihat orang atas diriku. Aku lahir di Lubuk Pakam tepatnya
13 Juli 2000 dan berasal dari MAN Lubuk Pakam Lulusan tahun 2017, kadang orang
kaget. Terkadang setiap kehidupan tidak semua harus aku katakan dan setiap dari
hidupku tidak menjadi makanan publik. Hidup memang bukan tentang kita memilih
apa yang baik untuk diri kita, cara aku memandang dunia berbeda dengan orang
memandang dunia. Aku hanya bisa menelan ludah atas apa yang ku alami. Tapi
inilah hidupku.
Memilih jurusan bukan soal hal yang memilih apa yang pantas untuk diriku, Perbankan dan Keuangan adalah passionku, Aku senang dengan belajar di Politeknik berarti aku bukan saja belajar tentang teori namun praktik nyata . Dengan aku dapat Pelatihan dari bintalfisdis yang membuatku sadar akan bagusnya Politeknik, dan dengan biaya yang tidak murah. Mata kuliah ku lewati dengan begitu mudahnya, aku pun dapat melalui Semester Satu dengan IP yang lumayan tinggi yaitu 3.81. Bukan hal yang mudah untuk menaklukan IP itu butuh perjuangan yang aku basic nya adalah lulusan dari MIA, dengan peminatan Kimia. Aku tertarik dengan Perbankan karena ibukku menginginkan aku menajdi seorang banker seperti abang sepupuku yang sukses.
Akutansi pelajaran yang sulit awalnya ku taklukan karena aku tidak tahu memasukkan akun debit serta kredit, tapi tak kenal makanya tak sayang itulah yang ku tanamkan dalam diriku, Aku terus bertanya dan sedikit belajar untuk mengetahui teknik serta triknya. Namun dosenku melihat aku terampil untuk dapat memasukkan ke setiap akun ke dalam jurnal, dan ia menganggap ku lulusan dari SMK Akutansi. Tapi aku juga menyadari sebenarnya didalam lubuk terdalam ada universitas impian. Aku sebenarnya ingin sekali untuk dapat belajar di sana yaitu Universitas Gajah Mada, itu impianku bukan karena aku gagal mencoba namun karena restu orang tua.
Aku tidak mengetahui mengapa mereka melarang ku untuk mencoba kembali SBMPTN dan memilih Universitas Gajah Mada. Apa salahku atas pilihanku di snmptn aku menginginkan itu tapi di larang, di SBMPTN lulus Teknik Di Unsyiah juga di larang. Padahal itulah impian ku yang menurutku harus terlaksana, iya kimia merupakan hidupku pada saat SMA, emang agak lebat sedikit. Tapi takdir tetap ku jalani, kadang sulit dipercaya namun itulah keluargaku. Namun aku tetap memberanikan untuk mendaftar SBMPTN namun lagi lagi orang tua harus ikut campur dalam pemilihan kota atau universitas. Kalau mau ngambil SBMPTN harus di dalam kota tidak boleh keluar kota. Hidupku diatur oleh kondisi keluargaku. Tapi tetap aku ingin SBMPTN bukan karena aku bodoh tidak lulus atau aku malu masuk Politeknik Negeri Medan tapi ini cuma seberkas mimpi yang harus ku wujudkan. Masuk Politeknik bukan hal mudah karena soal nya tidak semudah yang di bayangkan apalagi ujian masuk Politeknik berbarengan dengan SBMPTN dan sekali lagi bukan aku sombong,tapi aku ingin sedikit klarifikasi atas hidupku, dan dua dua lulus atas apa yang ku inginkan yaitu Teknik Kimia di Unsyiah dan Banking And Finance di Politeknik. Syukur namun sedikit kecewa karena orang tua lah yang kembali untuk memilih,terkadang orang tua itu pemikirannya beda dengan aku. Ia rela menghabiskan uang Rp 17.000.000 untuk masuk Politeknik dan jurusan ku adalah jurusan akreditasi A di Polmed dan alumninya udah menyebar maka dari itu orang tua ku sedikit bangga dia malah tidak mau menginginkan masuk universitas. Namun pemikiran ku beda aku memilih untuk SBMTN kembali di tahun 2018 dengan sedikit mengurangi ego ku untuk ke luar kota. USU ia aku berpikir USU tapi lagi lagi aku harus masuk UGM namun orang tua yang melarang bukan soal biaya ataupun Apa, tapi ini soal diriku. Dan USU pilihan ku kadang aku kecewa aku memilih USU, karena boleh jujur aku tidak memilih USU pada SBMPTN tahun 2017, aku memilih Unsyiah, Unsri.
Mengapa tidak USU karena diri ini menolak, bukan masalah gengsi atau apa sebenarnya aku ingin jauh dari orang tua agar bebas, dan pikiran ku pasti kedua orang tua ku mengizinkan tapi tidak walaupun aku lulus di Unsyiah tapi kedua orang tua ku melarang. Jujur aku ini cowok loh, emang siapa yang mau culik aku. Itulah yang ku anggap aneh. Dan aku harus USU kalo gitu ngapain aku Ngulang SBMPTN kalo aku lulus USU lebih bagus aku di Politeknik. Udah habis uang orang tua ku, ini bukan masalah biaya namun ini masalah agama yang harus dipertaruhkan Banking and Finance, Akutansi Di Polmed Nggak diragukan soalnya Akutansi Polmed menerapkan praktik dan bahasa akunnya bilingual lagipula aku bisa kerja di bank, bagian keuangan leasing,insurance,finance,pegadaian dan BI ( Bank Indonesia )Dan banyak lagi semua mau terima. Karena kami pada saat pkl akan dilihat kinerja kami jika bagus maka akan di pekerjakan itulah yg di dapatkan ini bukan soal bicara ini nyata, karena dari semester satu sampai dua aku udah merasakan dosennya bagus, kami di ajarkan manajemen,akutansi,marketing dan budgeting. Tapi ini bukan soal itu tapi ini soal pertanggungjawaban serta mimpiku. USU merupakan jalan ku bersyukur kalau ditanya mau coba lagi kan umurnya masih bisa lagi pula aku tahun 2000, aku akan diam. Diam berarti bukan mau coba, tapi diam tidak akan mencoba karena aku ingin buktikan pada temanku di UI,UGM dan Undip bahwa aku bisa keluar negeri duluan. Jadi Kok Psikologi pilihannya itu akan menjadi rahasia antara aku,Allah dan mimpiku. Sampai ketemu cerita ku di lain blog.
Cerita yang menarik sekali gung
BalasHapusLuar biasa story kamu, semangat ya
BalasHapusterima kasih yaaa
BalasHapustq sudah sharing
BalasHapus