Catching Fire
Catching Fire

Kamis, 06 Desember 2018

Ilmu Kalam


Nama:  Agung Prayogi
Kelas : XI IPA 1
Mata Pelajaran : Akidah akhlak
No
Nama-nama aliran
Tokoh dan pemimpin
       Alasan muncul
          Dasar pemikiran
   Alasan peringkas
1
khawarij
1.      Nafi bin al-Azraq
2.      Zyad al-Asfar
3.      Abi Baihas al-Haisham bin sabir
4.      Najdah bin Atiyah
5.      Abdullah bin Ibadah al-Murri
6.      Abdullah bin wahhab ar-rasyid
7.      Urwah bin hudair
8.      Mustarid bin sa’ad
9.      Ahusarah al-asadi
10.  Quraib bin maruah
11.  Abdullah bin basyir
12.  Najdah bin amir al-hanafi
Khawarij berarti orang-orang yang keluar, artinya orang-orang yang keluar dari kelompok Ali bin Abi thalib ketika perang siffin melawan muawiyah. Muawiyah adalah kelompok yang membangkang dan menentang pemerintah Ali, awal adalah orang-orang dari kelompok yang sanagt setia mendukung pemerintahan Ali bin ABI Thalib, kemudian berubah menentang Ali karea tidak puas atas keputusan Ali menghentikan perang dengan muawiyah, sedangkan saat itu perang hampir dimenangkan oleh pasukan ali, mereka kemudian memperotes kebijakan ali tersebut dan menyatakann keluar dari pasukan ali.
A.      Setiap umat muhamad yang terus-menerus melakukan dosa besar hingga matinya belum melakuakn tobat, maka dihukum kafir serta kekal dineraka.
B.      Memebolehkan tidak mematuhi aturan-aturan negar, bila kepala negara tersebut khianat dan zalim.
C.      Ada faham bahwa amal saleh merupakan bagian esensial dari iman, oleh karena itu para pelaku dosa besar tidak bisa  lagi disebut muslim.
D.     Keimanan itu tidak diperlukan jika masyarakat dapat menyelesaikan masalahnya sendiri
Menurut saya aliran khawarij ini tidak bisa kita adaptasikan dalam kehidupan sehari-hari karena pengertian dari lairan khawarij ini ajaran pokokny adalah kaum muslimin yang berbuat dosa besar adalah kafir, menurut devi, yang mengetahui seberapa dosa kita  sempurna.itu adalah Allah bukan manusia, dan yang menentukan kafir atau tidaknya adalah Allah Swt karna hanay dia lah sang maha agung dan mah
2
Syiah

Setelah terbunuhnya khalifah ketiga utsman bin affwan ra, oleh kaum pemberontka khawarij dan golongan-golongan umat terbagi menjadi golongan jumhur (mayoritas) khawarij yang menginginkan agam sekstrim, dan syiah ali bin abi thalib ra. Dan muawiyah bin abu suffyan.





















A.      Keyakinan bahwa imam sesudah rasullah saw adalah ali bin abi thalib sesuai dengan sabda nabi saw karna itu para khalifah dituduh merampok kepemimpinandari tangan ali bin abi tahlib
B.      Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa)
C.      Keyakinanbahwa ali bin abi thalib dan pra imam akan kembali setelah hari kiamat untuk memebalas dendam
D.     Keyakiann bahwa ali bin abi thalib dan pra imam menegtahui rahasi gaoib
E.      Keyakian tentang ketuhanann ali bin abi tahalib yang dideklarasikan oleh para pengikut abdullah bin sabba
F.       Keyakinan mengutamakan ali bin abi thalib atas abu bakar dan umar bin khatab,padahal ali mengambil tindakan hukum atas kebohongan tersebut.
G.     Keyakinan mencaci  maki para sahabat atau sebagian seperti utsman bin affan
H.     Pada abad kedua hijriah perkembnagan keyakinan syaih semakin menjadi-jadi
Syiah adlah golongan atau kaum yang selalu memuji secara berlebihan terhadap ali bin abi thalib, karna mereka berangggapan bahwa ali pantas menggantikan nabi muhammat saw, menurut sayaaliran ini menyeleweng, yang seharusnya di sanjung dan di puji itu adalah Allah Swt bukan ali, karna ali bin abi thalib adalah seorang hamba Allah,
3
jabariyah
A.      Jaham bin safwan
B.      Ja’du bin dirham
C.      Iban ibnu sam’an
D.     Thalut ibnu sham
E.      Al-ja’du’

Aliran jabariyah diduga telah ada telah ada sejak sebelum agama islam masuk ke masyarakat arab, kehidupan bangs aarab yang diliputi oleh gurun pasir telahh memeberi pengeruh besar kedalam cara hidup mereka,aliran jabariyah ini selanjutnya mengembangkan pahamnya sesuai dengan perkembangan masyarakat
1.      Manusia tidak mempunyai daya upaya, tidak ada ikhtiar dan kasab bagi manusia sebeb telah ditentukan oleh tuhan.
2.      Semua perbuatan manusia adalah majbur (terpaksa)yang berada diluar kemampuan manusianya,
3.      Sekalian yang terjadi pada alam ini pada hakikatnya dijadikan tuhan
4.      Iman itu cukup kalau sudah mengikuti dalam hati saja walaupun tidak di ikrarkan dengn lisan.
5.      Qudrat dan iradat adalah sebagi alat yang sudah dibekukan yang sudah dicabut kekuasaannya.
6.      Kebijakan dan kejahatan yang diperbuat oleh manusia adalah merupakan paksaan tuhan berkala lalu Allah membalas dengan nikmat dan sikasaan.
7.      Pahala bukan sebagai balasan tasa kebaikan dan siksaan bukan balasan atas kejahatan manusia sebab manusia tidak berhak menerima balasan dan ganjaran dari apa yang telah dikerjakannya.
8.      Al-Qur’an itu makhluk yaang diciptakan oleh Allah.
9.      Keadaaan Allah itu tidak boleh disifati dengan sifat-sifat yang bisa difati dengan makhluknya.
10.  Surga dan neraka itu fana.
11.  Orang yang telah beriman kemudian mengingkari dengan lisannya, maka ia tidak menjadi kafir atas keingkarannya itu.

Saya tidak setuju dengan aliran ini karna, aliran ini berpendapat bahwa manuasia hanyalah wayang dan yang mengambil alih diri manusia adalah dalangnya yaitu Allah, kalau hal itu terjadi dimasa sekarang tak ada kebaikan atau berusaha atas nikmat yang diberi tuhan pada kita, padahal Allah telah berjanji tak ada yang mengubah kaum seseorang kecuali kaum itu mengubahnya.
4
Qadariyah
1.      Ma’bad al-juhani
2.      Gailan ad-dimasyqi
3.      Al-hajjaj
A.      Masyarakat arab yang cenderung fatalis, kehidupan yang serba sulit, faktor alam yang tidak mendukung untuk lepas dari faham tersebut, agama islam yang dianut oleh merek ajustru menjadikan mereka bertambah dalam kefaham ke fatalis tersebut, Allah Swt telah menetkan nasib manusia terlebih dahulu, dalam perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yang ditentukan sejak zaman azali. Ada sunatllah yang hadir dalam setiap detak dan detik denyut kehidupan semesta ini. Dan manusia hanay bertindak menurut nasib yang telah ditentukan.
B.      Secara politis, pemerintah yang berkuasa ketika itu, bani umayyah, menganut dan menekankan faham fatalis, serta menjadikannya legitimas kekuasaan yang di pegang .
1.      Al-Qur’an surah Al-Khaf /18 ayat 29
“barang siapa yang menghendaki  (beriman), dan barng siapa menghendaki (kafir), biarlah dia kafir.
2.      Dasar lainnya adalah firman ALLAH SWT dalam surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai berikut “sesungguhnya Allah tidak     akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. (Q.S Ra’d/ 13 : 11)
Menurut devi aliran ini aliran yang benar dan boleh diadabtasikan pada kehidupan sehari-hari, karna aliran ini berpendapat bahwa perbuatan manusia tidak dietentukan oleh tuhan melainkan kerja keras manusia itu sendiri dan Allah lah yang memeberi daya pada makhluk hidup,
5
Asy aryah
1)      Abu hasan al Asy’ari
2)      Hasan mansur al maturidi
3)      Al baqilany
4)      Al juwainy
5)      Al ghazali
6)      Al sanusi
Nama lain dari asy aryah adalah aliran ahlus sunnah wal jamaah yang artinya menganut sunnag nabi saw, sedangkan perkatan-perkataa sunnah sendiri di pendekkan menjadi sunni. Aliran ini muncul sebagai reaksi paham muktazilah yang dianggap meneyewang oleh umat islam. Aliran asy aryah diberi nama itu dikarenakan nisabah dari nama pendirinya yaitu . Abu hasaan Al-asy’ari yang merupkan keturunan dari Abu musa al-asy’ari
a)      Tentang sifat Allah
b)      Tentang kedudukan Al-Qur’an
c)      Tentang melihat Allah di akhirat
d)      Tentang perbuatan manusia
e)      Tentang Antropomorfisme
f)       Tentang dosa besar
g)      Tentang keadilan
Menurut devi aliran ini bagus dan  devi juga belum paham dengan aliran ini, karna penjelasan yang singkat dan pemahaman devi dari makalah ini juga belum jelas, tetapi aliran ini beranggapan bahwa perbuatan manusia ditentukan oleh Allah padahal sebelumnya Allah sudah menegaskan, tidak akan berubah nasib seseorang jika seseorang tersebut tidak mengubah nasibnya..
6
Mu’tazila
1)      Wasil bin ‘Ata al-gazzal
2)      Abu al-husni al-allaf
3)      Ibrahim bin sayyar an-nazzam
4)      Mu’amar bin abad as-sulmay
5)      Bisyr bin al-mu’tamir
6)      Jahir amir bin bahr
Lahir pada masa pemerintahan bani umayyah, istilah mu’tazila ini berasal dari kata azala, artinya berpisah.  Aliran mu’tazila disebab kan oleh keluarnya seseorang yang bernaman washil bin atha’ dari kajian yang di lakuakn gurunya yang bernama hasanbasri. Topik yang di bucarakan dalam kajian tersebut adalah memebicarakan tetnag mutakibil kabirah, yaitu orang yang melakukan dosa bear menurut wasil orang yang berdosa besar itu adalah orang yang fasik, bukan orang yang mukmin dan bukan pula oarang yang kafir. Di akhirat kelak, mereka ditempatkan bukan di surga dan bukan pula di neraka, tetapi ditempat diantara di surga dan di neraka
a)      Masalah ketetapan akal
b)      Masalah tauhid
c)      Masalah al-adl (keadilan)
d)      Masalah perbuatan dosa besar
e)      Masalah amar makruf nahi mungkar
Menurut devi aliran ini tak sejalan dengan ajaran islam, mungkin ada yang sejalan, karna aliran ini mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir dan ditempatrkan antara surga dan neraka, tapi Allah sudah memeberikan gamabran dengan hasil perbuatan kita dan ditempatkan sesuai dengan baik buruk nya perbuatan kita sendiri, dan orang yang kafir itu hanay Allah lah yang berhak mengatakan orang itu kafir atau tidak, sebab manusia hanya bisa menilai bukan menetapkan.
7
murjiah
1)      Jaham bin sofwan
2)      Abu hasan al-salih
3)      Mudatil bin sulaiman
4)      Yunus al-samari
Aliran ini muncul sejak terjadinya ketegangan politik di akhir masa ke khalifahan utsman bin affan, kelompok ini adalah kelompok yang tidak ikut campur dalam perselisihan politik antara para pendukung ali dan para penuntut bela kematian utsman. Mereka memilih bersikap “irja”, yakni menunda putusan tentang siapa yang bersalah, menurut mereka biarlah Allah sendiri yang memeutuskan siapa yang bersalah dalam perselisihan tersebut.
a)      Orang mikmin yang melakukan dosa besar tetap masih mukmin dan tidak berubah menjadi kafir.
b)      Para pelaku dosa besar juga berharap agar mau bertobat dan berharap pula tobatnya diterima Allah Swt.
c)      Siapa saja yang meyakini keesaan Allah dan kerasulan Muhammad Saw. Adalah orang beriman walaupun selalu melakukan perbuatan buruk.
Menurut devi aliran ini bagus, tetapi kalu kita terlalu berharap tapi tidak berusaha dan berdoa itu sama aja, karna Allah suka dengan hamba nya hamba nya yang suka berharap pada nya, dan selalu meminta kepadanya, tetapi bagi devi kalau kita mau berharap kita harus berusaha dan doa sebab usaha dan doa yang ber iringan akan menjadi baik, insya allah, maka dari itu berharaplah sambil kita usahakan
8
maturidiyah
Golongan ini terpecah menjadi dua golongan
A.      Golongan maturidiyah samarkhan, tokohnya Abu mansur al-maturidy
B.      Golongan maturidiyah bukhara, tokohnya Al-bazdawi.
Aliran maturidiyah didirikan oleh muhammad bin muhammad abu mansur, ia dilahirkan di maturid, sebuah kota kecil di daerah samarkhand (termasuk daerah uzbekistan).
Al maturidy mendasarkan pemikirannya dalam soal-soal kepercayaan kepada pikiran-pikiran imam abu hanafih yang tercantum dalam kitabnya al fiqh al akbar dan al-fiqh al-absath serta memberikan ulasan-ulasannya terhadap kedua kitab-kitab tersebut, al-maturdy menunggalkan menunggalkan karangan-karangan yang banyak dan sebagian besar dalam lapangan ilmu tauhid.
a)      Dalil perlawanan arad, dalil ini menyatakan bahwa alam ini tidak akan mungkin kadim karena di dalamnya terdapat keadaan yang berlawanan, seperti diam dan gerak,baik dan buruk.
b)      Dalil terbatas dan tidak terbatas. Dalil ini menyatakan bahwa alam ini terbatas pihak yang terbatas adalah baru
c)      Dalail kausalitas. Dalil ini menyatakan bahwa alam ini tidak bisa mengadakan dirinya sendiri atau memperbaiki dirinya kalau rusak.
Menurut devi aliran sama seperti aliran asy-ary, akan tetapi aliran ini juga berpendapat bahwa alam ini tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri, dan perbuatan manusia itu bukan ditentukan oleh Allah melainkan manusia itu sendiri.


9 komentar:

Dosa Salah itu diriku atas merah itulah warna Ku Berharap mematikan ragaku Dan merusak jiwaku Kau lilitkan pandanganku Kau ca...